Aku bahkan lumpuh dalam penggunaan hati.
Saat aku menghela nafas untuk tenang
Namun tetap asap itu sesak; kukira itu
kabut yang sejuk
Apa itu luka?
Aku bahkan memainkannya dengan darah dan
nanah yang basah
Bagaimana bisa aku murka dengan pedang
yang kuasah sendiri?
Meski itu tertusuk atau ditusukan; semakin
memberontak maka akan semakin perih
Jika aku pasrah; tidak, aku hanya memilih
ini
Entah menikmatinya, aku tahu kalau aku
sudah tidak bisa lagi beralih
Mata itu yang selalu membuatku lupa untuk
merasa
Senyum itu, bahkan perlakuannya bagai
rangkulan malaikat yang melindungi domba kecil dengan sayapnya
Aku bahkan berusaha tersenyum dengan
taring yang menyayat bibirku

Tidak ada komentar
Posting Komentar
Nama :
Usia :
Pekerjaan :
Lokasi :
Komentar :