Senin, 25 Mei 2015

Aku

Bagaimana pikiranku? Mampukan kau menjunjung apa yang benar meskipun temanmu hanya keterasingan? Mampukah kau bertahan dari per... thumbnail 1 summary

Bagaimana pikiranku?
Mampukan kau menjunjung apa yang benar meskipun temanmu hanya keterasingan?
Mampukah kau bertahan dari perjuangan hingga Tuhan sendiri yang kelak akan menumpaskan segala gujirat pada jubahmu?
Mampukah kau menahan haus beribu tahun hanya untuk meminum air dari altar bahtera pemersatu samudera?

Bagaimana pikiranku?
Inginku, cita-cita pahlawan bangsa tak hanya hal tabu yang mengawang-ngawang tanpa kepastian
Inginku, negeri ini tak hanya pandai menyalahkan, tak hanya pandai membela segelintir sukunya, tak hanya pandai membela kelompoknya, tak hanya pandai membela barisannya: aku hanya ingin bangsa yang membela bangsa. Membela semuanya seperti dulu.

Bagaimana pikiranku?
Apa mungkin kau sudah lelah berpikir?
Apa mungkin kau sudah malas untuk mencari pembenaran jalan kebenaran?
Bahkan kau sudah enggan bangun untuk membangun
Kau hanya tergerak ketika itu menguntungkanmu, dapat mengisi perutmu, atau memuaskan nafsumu saja

Hei, pikiranku?
Apakah kini kau tengah asyik memenuhi nafsu di hutan yang penuh dengan kesesatan?
Apakah kini kau adalah binatang yang tengah sibuk bunuh-membunuh, makan-memakan?


Hei, pikiranku?
Sekiranya api dapat menghangatkanmu juga melelehkanmu
Sekiranya cahaya dapat dengan ajaib menyeruak masuk menerangimu juga menelanjangimu
Sekiranya alam dapat ikut berdo’a untukmu juga menyumpahkanmu


Apa kau sudah amnesia?

Hei pikiranku…!
Sekiranya kau tidak tahu semua, sekiranya kau sudah melupakan semua, namun setidaknya aku yakin jika kau akan tahu dan masih akan ingat mengenai betapa kayanya bangsa ini
Akan indah dan suburnya Negeri ini
Akan gandrung dan permainya Tanah air ini

Hei, pikrianku…!
Harus berapa lagi kehancuran di Negeri ini agar kau tersadar?
Harus berapa lagi yang mati karena kelaparan agar kau tersadar?
Harus berapa lagi yang menjerit kesakitan karena ketidakadilan agar kau tersadar?
Harus berapa lagi aku berbicara denganmu, Hei pikiranku?!

Apa kau bingung pikiranku?
Atau, apa kau sudah mati sebelum waktunya?!

Hei, pikiranku?!
Jika kau benar-benar masih hidup
Bisakah tubuh ini terus kesakitan, namun jiwa ini terus melawan?!
Bisakah jiwa ini sudah lelah, namun keyakinan ini terus berkoar?!
Bisakah mulut ini berhenti berdo’a, namun hati ini tetap berdo’a?!
Jika sekiranya bisa, kupastikan bangsa ini akan kembali jaya dan melanjutkan apa yang sudah diperjuangan oleh pahlawan-pahlawan kita dulu


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Nama :
Usia :
Pekerjaan :
Lokasi :
Komentar :