Jumat, 14 Oktober 2016

7 Oktober 2016. 20.56 WIB

Selalu. Sepasca aku bertemu dirimu, siksa batin yang terkengkang oleh batas ruang selalu semakin menggebu. Dalam linguistik, ini disebut ... thumbnail 1 summary
Selalu.
Sepasca aku bertemu dirimu, siksa batin yang terkengkang oleh batas ruang selalu semakin menggebu. Dalam linguistik, ini disebut rindu. Penawarnya hanya bertemu dirimu, hanya itu.
Namun selalu, selesainya, siksa batin akan semakin menyiksa.
Apa dirimu sudah menjadi candu? Aku sudah ketergantungan denganmu, begitu?

Menyusahkan sekali menjadi manusia dalam situasi seperti ini. Terkurung pada fisik, jasad.
Fisik atau jasad terkurung pada ruang dan waktu, Karena itulah aku selalu rindu dirimu.
Tak ada batas cukup untuk berada dekat denganmu. Tak ada.
Aku ingin selalu di sampingmu, bahkan ingin menyatu.
Menjadi entitas yang padu dan tak terpisah. Berasimilasi dan tak lagi berada pada kondisi dikotomi.
Hingga nanti pada akhirnya, hingga nanti kita bisa, biarkan kita tetap seperti itu,
Agar aku lupa akan apa itu rindu, sayangku.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Nama :
Usia :
Pekerjaan :
Lokasi :
Komentar :