12
Waktu mungkin adalah sesuatu hal yang paling jujur di dunia ini. Ia terus berdetak, mengalir, dan tetap konstan di setiap detiknya.
Tak pernah sesekali ia berbohong mengenai hitungannya: semenit tetaplah 60 detik, sejam tetaplah 60 menit. Begitu dan tetap akan terus begitu.
Pernah sesekali aku merasa jika waktu adalah ‘pembunuh’ yang benar-benar sejati. Apa pun takkan pernah sanggup mengikuti keabadiannya. Ia terus bergerak melintasi dimensi zaman dan peradaban. Menjadi saksi bisu interaksi antara kekuatan dan potensi alam.
Para filsuf dan ahli teologi sering memperdebatkan mengenai awal dari penciptaan dunia ini. Entah itu ruang, waktu, gerak, atau perubahan yang pertama kali diciptakan Tuhan.
Aku lebih sependapat mengenai ‘waktulah' yang pertama kali diciptakan. Waktu adalah yang paling berkuasa dan juga merupakan syarat keberadaan untuk segalanya. Termasuk keberadaanmu di dunia.
1997, tepat 19 tahun yang lalu, tepat saat semesta menyapa kehadiranmu. Awal pertama kali kau berkenalan dengan dunia yang teramat asing. Minggu di 12 Januari, hari yang bertabur kasih bagi mereka yang sudah lama menunggu kedatanganmu.
Tangismu menjadi kepuasan dan senyuman bahagia bagi kedua pasang manusia yang kemudian kau panggil Papah dan Mamah.
Kau adalah insan yang terlahir suci dalam bulan yang penuh suci.
Dan seterusnya, hingga kau tumbuh menjadi yang kukenal sekarang. Semua karena waktu. Dan lihatlah nanti bagaimana waktu menuliskan masa depan kita.
Dan jika pun tidak, setidaknya kita pernah ada pada waktu yang sama.
Kamu pun harus tahu jika kencang sang waktu berlari tak mampu dikendalikan; tak mampu juga diperlambat lajunya. Biarkan saja.
Enstein berkata, “rentan sang waktu berbeda, tergantung dalam keadaan apa kita berada.” Rentan sang waktu jugalah yang membuat kita sadar bahwa kita adalah manusia yang lemah dan kecil di mata-Nya.
Sering kita berkata, “sepertinya baru kemarin aku berusia 15 tahun,” atau “tak terasa kini aku sudah berusia 19
tahun.” Memang teramat sering kita melupakan pergerakan sang waktu karena
terlalu terlena menikmatinya.
Hasan
Al-Bana berkata, “Waktu adalah pedang; potong atau terpotong.”
Sekular
barat berkata, “Waktu adalah dollar di dalam kantung.”
Keduanya
memiliki pandangan yang berbeda. Namun keduanya sama-sama mengajarkan kita
untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Karena kita tidak mungkin mengalami detik
yang sama untuk kedua kalinya. Oleh karena itu, rajutlah hidupmu menjadi sebuah
kisah yang menceritakan kebermanfaatan bagi semesta dan umat manusia.
Di hari ini, seperti biasa; mungkin kue, kado, kejutan, atau sebuah ucapan akan menghiasi panjang harimu. Namun bagiku, setiap hari adalah hari ulang tahun untukmu. Tak terlalu penting pada tanggal berapa kau terlahir, karena dalam setiap hari apa pun, kamu yang istimewa.
Bahkan aku akan tetap mendo’akanmu.
Jika waktu tak mengkhianati rencana, mulai hari ini dan ke depannya aku yang akan menjadi orang pertama di setiap tanggal ini menyambut hari rayamu. Namun meskipun tidak, percayalah, akan ada setiap do'aku dalam diam di setiap hari lahirmu.
“SELAMAT ULANG TAHUN .ALVIENA SUCI RAMADHANI”
Sejenak mulai kembali mengenang kerikil-kerikil
tajam yang memperkaya arti hidupmu. Rasakan kembali manisnya kehidupan
yang mampu membuatmu tersenyum lepas.
Seperti harapan Charles Perrault (yang memiliki tanggal lahir yang sama denganmu) kepada Cinderella dan Snow White. Meski mereka adalah sosok penting, mereka tetap dikisahkan menangis jika perlu. Namun setelahnya, mereka akan disajikan dengan keajaiban yang tidak akan diduga.
Aku harap kau pun begitu.
Menjadi seperti karakter Perrault yang dapat tumbuh dengan penuh sifat bersahaja, ceria, dan pantang menyerah. Walaupun kau bukan salah satu tokoh dongeng ciptaannya, namun kau sudah sangat cukup untuk sebuah kisah yang berharga. Setidaknya untukku.
.
.
Sekali lagi, selamat ulang tahun.
Semoga kesehatan selalu menjadi pelindungmu.
Semoga kedewasaan selalu menjadi sahabatmu.
Semoga Tuhan selalu menjadi kenyamananmu.
Semoga semesta selalu berbahagia akan keberdaanmu.
Dan, semoga kamu terus tumbuh sesuai harapanmu.
Aamiin.



Komentar
Posting Komentar
Nama :
Usia :
Pekerjaan :
Lokasi :
Komentar :