Selasa, 12 Januari 2016

12

  Waktu mungkin adalah sesuatu hal yang paling jujur di dunia ini. Ia terus berdetak, mengalir, dan tetap konstan di setiap detiknya. Tak pe... thumbnail 1 summary

 

Waktu mungkin adalah sesuatu hal yang paling jujur di dunia ini. Ia terus berdetak, mengalir, dan tetap konstan di setiap detiknya. Tak pernah sesekali ia berbohong mengenai hitungannya. Semenit tetaplah 60 detik, sejam tetaplah 60 menit. Begitu dan tetap akan terus begitu. Pernah sesekali aku merasa jika waktu adalah ‘pembunuh’ yang benar-benar sejati. Apa pun takkan pernah sanggup mengikuti keabadiannya. Ia terus bergerak melintasi dimensi zaman dan peradaban. Menjadi saksi bisu interaksi antara kekuatan dan potensi alam. Para filsuf dan ahli teologi sering memperdebatkan mengenai awal dari penciptaan dunia ini. Entah itu ruang, waktu, gerak, materi, atau perubahan yang pertama kali diciptakan Tuhan. Aku lebih sependapat mengenai ‘waktu’lah yang pertama kali diciptakan. Waktu adalah yang paling berkuasa dan juga merupakan syarat keberadaan untuk segalanya.

Tepat 19 tahun yang lalu, semesta menyapa kehadiranmu. Pertama kalinya kau berkenalan dengan dunia yang teramat asing. Hari yang bertabur kasih bagi mereka yang menunggu-nunggu kedatanganmu. Tangismu menjadi kepuasan dan senyuman bahagia bagi kedua pasang manusia yang kemudian kau panggil Papah dan Mamah. Kau adalah satu insan yang terlahir suci dalam bulan yang penuh kesucian. Seterusnya, waktu membuatmu tumbuh menjadi pribadi yang kukenal kini.

Kencang sang waktu berlari tak mampu dikendalikan; tak mampu juga diperlambat lajunya. Enstein berkata, “rentan sang waktu berbeda, tergantung dalam keadaan apa kita berada.” Rentan sang waktu jugalah yang membuat kita sadar bahwa kita adalah manusia yang lemah dan kecil di mataNya. Sering kita berkata, “sepertinya baru saja kemarin aku berusia 15 tahun,” atau “tak terasa kini aku sudah berusia 19 tahun.” Yah, memang teramat sering kita melupakan pergerakan sang waktu karena terlalu terlena menikmatinya.

Hasan Al-Bana berkata, “Waktu adalah pedang; potong atau terpotong.”

Sekular barat berkata, “Waktu adalah dollar di dalam kantung.”

Keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Namun keduanya sama-sama mengajarkan kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Karena kita tidak mungkin mengalami detik yang sama untuk kedua kalinya. Oleh karena itu, rajutlah hidupmu menjadi sebuah kisah yang menceritakan kebermanfaatan bagi semesta dan umat manusia.

Seperti biasa; mungkin di tanggal ini kue ulang tahun, kado, kejutan, atau sebuah ucapan akan menghiasi sepanjang harimu. Tradisi yang sudah sangat sulit dicabut dan dipisahkan dalam perayaan ulang tahun yang hampir diterapkan di seluruh dunia. Namun bagiku, setiap hari adalah hari ulang tahun untukmu. Tak terlalu penting pada tanggal berapa kau terlahir. Karena dalam setiap hari apa pun kita tetap diharuskan untuk berdo’a, mengintropeksi diri, menyemai mimpi, berbagi, serta mengucap syukur. Dan terlebih, di setiap hari apa pun kau juga pantas untuk diistimewakan. Hanya saja, di hari ini semuanya dilakukan secara maksimal oleh, bagi, dan untukmu.

 

 “SELAMAT ULANG TAHUN ....”

 

Tepat pada 12 Januari ini adalah hari jadi untukmu. Kenang kembali kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupmu. Rasakan kembali manisnya madu kehidupan yang mampu membuatmu tersenyum lepas.

Tetaplah menjadi seperti Cinderella atau Putri Salju yang bersahaja, sederhana, ceria, tabah, pemaaf, percaya pada mimpi-mimpinya, dan memiliki pribadi yang anggun jelita. Meskipun terkadang kau pasti akan menangis, namun setelahnya kau harus cepat-cepat seka air matamu, dan percayalah: keajaiban pasti ada dalam setiap kesulitan. Setidaknya itulah yang ingin disampaikan oleh Charles Perrault (pencipta dongeng Cinderella dan Putri Salju) yang memiliki tanggal lahir yang sama denganmu. Meskipun kau bukanlah salah satu tokoh dongeng ciptaannya, namun kau sudah cukup untuk sebuah kisah yang berharga.

Semoga kesehatan selalu menjadi pelindungmu.

Semoga kedewasaan selalu menjadi sahabatmu.

Semoga ibadah selalu menjadi kenyamananmu.

Semoga semesta selalu berbahagia akan keberdaanmu.

Aamiin.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Nama :
Usia :
Pekerjaan :
Lokasi :
Komentar :