Sabtu, 21 November 2015

Tentang Mereka

Sudah lebih dari 3 tahun aku menjalani lalu-lalang kehidupan sebagai mahasiswa. Belajar seperti kutu buku, menjelajah ilmu-ilmu bar... thumbnail 1 summary



Sudah lebih dari 3 tahun aku menjalani lalu-lalang kehidupan sebagai mahasiswa. Belajar seperti kutu buku, menjelajah ilmu-ilmu baru, serta berdiskusi dengan puluhan wajah baru sudah menjadi rutinitas yang membudaya di lingkunganku. Kadang aku teringat sewaktu pertama kali mendapat almamater ketika Ospek. Semua benar-benar serasa singkat dan cepat. Hampir keseluruhan waktuku aku habiskan untuk kegiatan akademisi serta organisasi. Yah, organisasi. Masuk sebagai anggota muda dan kini sudah menjadi anggota aktif tertua. Bermacam cerita pastinya sudah kuukir dalam rentetan panjang kenangan yang kubuat sendiri. Namun bukan itu yang akan kuceritakan, melainkan semua ‘daging berjiwa’ yang menghiasi keseharianku.


Asiah Fatimah Marsyah

Gadis berperawakan kecil yang mungkin memiliki tinggi yang sama dengan anak SD atau adiknya sendiri. Tahi lalat di hidungnya adalah cara termudah mengingat dirinya; gadis remaja yang alergi dengan make up dan gaya-gaya aneh. Ketika Ospek, akulah yang menjadi Kakak Pembimbing kelompoknya. Sifatnya yang selalu ingin mengetahui banyak hal terkadang membuatnya bingung sendiri dalam menitih kehidupan. Yang aku sukai dari dirinya adalah pemikirannya, karena sangat jarang kita bisa menemui perempuan yang sepertinya dapat berpikir logis dan lebih mengedepankan akal ditimbang perasaan. Namun hal itu tidaklah bertahan lama pada dirinya. Ketika seseorang lelaki menjajahnya dengan cinta, ia pun bertransformasi menjadi wanita sebagaimana kodratnya.
Bersama dengan Rika, ia selalu menyambangi rumahku untuk belajar akuntanasi. Ia jugalah yang selalu rajin menyambangi rumahku. Terkadang aku menggodanya dengan memberikan soal akuntansi yang tidak logis. Tapi di situlah letak kebahagiaanku ketika melihatnya kikuk dan nampak bodoh memikirkan sesuatu. Alhasil, untungnya ia mendapat nilai A pada UAS semester pertama. Semester 2 sepertinya ia juga mendapat A. Sesuai dengan perjanjian yang kubuat dengannya, jika mereka (Asiah dan Rika) mendapat nilai A mereka harus meneraktirku makan. Hahahaha. Itung-itung sebagai biaya guru privat.
Harus diakui pula, di antara adik-adik juniorku yang lain, ia lah yang paling asyik diajak bercanda karena tidak pernah terbawa perasaan. Ketika chat-chatan atau berbincang dengan dirinya, kami selalu membahas dengan pembahasan yang berisi. Seiring berjalannya waktu, kini pembahasan kami hanya lebih mengarah ke arah ‘percintaan’. Yah, kuanggap wajar karena memang sudah saatnya gadis keras kepala itu luluh pada seorang lelaki.
Ada pertanyaan konyol yang menggelitik di otakku mengenai dirinya: bagaimana cara ia saat nanti mengurus anak dan menjadi seorang istri? Ia saja tidak bisa memasak. Tidak sedikit pun memiliki keahlian seperti wanita pada umumnya. Mengurus diri sendiri saja susah. Hahaha.


Rika Apriliani

Aku biasanya memanggil dirinya dengan sebuatan ‘belek’. Gadis berperawakan gembul dengan mulutnya yang cablak sangat pantas menjadi karakternya. Ketika aku mengetahui jika ia adalah mantan dari salah satu kawan di rumahku, aku semakin akrab dengan dirinya.
            Siapa pun yang mengenal dirinya, pasti tidak akan percaya jika ia adalah anak dari seorang polisi. Sifat dan tabiatnya sama sekali tidak tercermin jika ia adalah anak seorang polisi.
Suatu ketika ia terpilih menjadi ketua pelaksana dalam acara peringatan hari lahir organisasi kami. Di situ awal aku mengetahui jika ia sulit untuk diajak berpikir kreatif atau inovatif. Ia pun sulit diajak untuk memikirkan atau membahas hal yang ribet-ribet. Namun, di balik itu ia sangat memiliki sifat peduli dengan sesamanya. Ia pun yang paling tidak bawel di antara semuanya. Ia juga tidak pernah memikirkan terlebih dulu dengan apa yang akan ia ucapkan. Semuanya selalu ia ucapkan dengan ceplas-ceplos.


Nur Amelia Ulfa

Terpadat, terlebar, tergembul, tersemok (katanya), dan terbantet (upss. Hahaha). Mungkin ia yang paling bawel di antara semuanya. Apa saja ia komentari, entah subjektif atau objekif; pribadi atau organisasi. Mulai dari penampilanku sampai kehidupan percintaanku ia selalu saja mengkoreksi. Ibuku saja tidak seperti itu. Sifatnya ia memang sangat keibuan.
            Ia selalu marah dan ngambek setiap kali aku menyinggung dengan hidungnya yang pesek. Hahahaha. Entah kenapa menyenangkan menggodanya seperti itu.
            Gadis penggemar dewi persik garis keras ini selalu saja menganggap dirinya adalah kembaran dari idolanya tersebut. Hmmm. Entah dari mananya.
            Satu hal yang menyamai diriku dengan dirinya adalah sama-sama pecinta kucing. Di rumahnya ia memiliki banyak kucing yang ia pelihara, dan tak lupa ia selalu memberi nama kucing-kucingnya tersebut.


Samia Faruk

Jangan terlalu dekat jika mengobrol dengan dia jika tidak ingin kecolok oleh hidungnya. Yah, hidung orang arab memang mancung-mancung; itulah yang menjadi ciri khas dirinya di antara semuanya. Namun, orang arab yang petakilan, berisik, heboh, dan gersak-gerusuk baru kulihat di dirinya saja. Gadis oon yang tidak bisa bekerja dengan santai dan teliti ini memiliki cita-cita untuk bersikap anggun dan elok sebagai wanita. Namun, analisaku mengatakan jika sampai kapan pun hal itu tidak akan pernah terwujud. Pernah suatu ketika ia mengutarakan niat dan tekadnya untuk menjadi seperti apa yang ia inginkan, namun hanya berjalan satu hari, ia sudah kembali ke karakter aslinya.
            Ia yang paling perasa di antara semuanya. Jika ia hadir, suasana selalu berubah heboh dan ramai 1000 persen seperti pasar malam. Tapi, kadang jika mood-nya sedang jatuh, ia akan menjadi pendiam dan tak jarang pula menangis. Setiap ditanya kenapa, selalu saja menjawab ‘gapapa’. Namanya juga wanita.


Aghnia Faziatul Muna

Penggemar cokelat; bahkan sudah menjadi maniak cokelat. Jika ditawarkan dengan handphone keluaran terbaru atau cokelat silverqueen 3 bungkus dalam waktu yang bersamaan, mungkin ia akan lebih memilih cokelat. Sangat mudah membujuknya dengan cokelat, tapi ia juga terkadang berubah menjadi mafia cokelat. Siapa saja selalu dipalak cokelat olehnya.
            Wajahnya lugu, pemikirannya juga. Ia sama sekali tidak penah membohongi sikapnya dengan pikirannya sendiri. Di balik itu semua, ia seperti mengidap penyakit bipolar. Sebuah penyakit yang bisa mengubah mood seseorang secara tiba-tiba dengan alasan yang tak jelas. Tapi ketika sedang ‘normal’ ia begitu ceria. Walau kadang sifat jahilnya sangat menyebalkan.


Tria Puji Astuti

Yang paling ahli masak di antara semuanya. Dalam urusan finansial sepertinya jangan diragukan lagi. Sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengannya. Tapi beberapa yang kutahu, di balik sikapnya yang selalu tampak santai, ia selalu memegang tanggung jawabnya dengan baik. Ia pun selalu memikirkan ‘urusan perut’ khalayak banyak. Jika melihat atau mendengar dirinya, hanya ada dua hal yang terlintas di pikiranku: keuangan dan masakan.


Tri Sugiarto

Sanguinis yang menjadi pemimpin di angkatannya. Selalu ‘ringan dompet’ kepada sesama. Seorang penggemar burung yang tidak pernah puas dengan burungnya sendiri. Hhmm.
            Jika dilihat sekilas, pasti timbul sebuah pertanyaan: kenapa ia yang bisa jadi pemimpin? Namun, ketika kita mengenalnya lebih dekat lagi maka anda pun tetap tidak akan menemukan jawabannya. Hahahaha. Tapi, satu hal yang bisa dijadikan pelajaran adalah, pemimpin itu harus bisa mengambil hati rakyatnya dan terkadang melepas jubah sok bijaknya untuk bercengkerama sejajar dengan rakyatnya. Atas alasan itu lah ia terpilih menjadi ketua berikutnya di organisasiku.
            Ia yang paling ‘fighter’ di antara semuanya. Ia tidak pernah malas gerak untuk ke mana pun dan melakukan apa pun. Hampir tidak pernah terlihat lelah. Namun, ia sangat mudah tertidur dan sangat susah diajak begadang.
            Tak pernah sekali pun ia bersikap perhitungan atau menolak untuk membantu seseorang. Selalu saja menebar kesejahteraan dan keceriaan. Tapi, ketika ia tersinggung atau merasa terusik, ia akan berubah 180 derajat.


Agung Sedayu

Bentuk fisik dan wajahnya sama sekali tidak mencerminkan tabiatnya. Di balik wajahnya yang lugu, sebenarnya ia yang paling petakian dan ‘berantakan’ di antara yang lainnya. Bayangkan: seorang mahasiswa perpajakan, namun isi di dalam tasnya berisi cutter, obeng, kabel-kabel, solder, perangkat-perangkat elektronik bekas, solasi, atau benda-benda yang jauh dari dunia pajak. Keminatannya lebih tertuju pada yang berbau teknik atau permesinan. Sudah tidak diragukan lagi jika ia memang tersesat atau salah memilih kampus.
            Pertama kali aku mengenalnya, kukira dia adalah seorang yang polos, lugu, atau kalem. Namun, ternyata aku salah. Kupertegas: benar-benar salah. Setiap kali bersama dia, selalu saja ada hal-hal konyol dan ‘aneh’ yang ia lakukan. Pikirannya memang tak dapat dijangkau oleh pikiran manusia ‘standar’.
            Perawakannya bisa dikatakan lebih kurus dariku. Namun meskipun begitu, nyalinya tidaklah kecil. Ia selalu maju taktis dengan pandangannya.


Nurkholis

Yang paling ‘terlihat’ macocool, dan jantan. Tapi ketika ia berbicara, sayangnya suaranya sangat cempreng. Hahahaha. Kulitnya yang agak gelap dengan hidungnya yang mancung tempat kacamatany bertengger akan membuat siapa pun yang melihatnya Nampak cowok banget.
            Ia sebenarnya dapat dikategorikan seorang yang pemalas meskipun berkarakter koleris. Tapi, untuk urusan adminitratif ia sangat teliti.
            Satu hal lagi yang harus diketahui dari dirinya adalah rujak buatan keluarganya. Harus diakui jika rujak keluarganya merupakan rujak buah terlezat yang pernah kumakan. Aku salut pada dirinya yang tidak pernah minder mengenai profesi keluarganya. Atas alasan itulah aku bangga pada dirinya.
            Kadang pula, ada yang sering mengatakan jika ia selalu saja mengkritik seseorang seolah-olah ia yang paling sempurna. Yah, memang ia orang yang kaku dan agak susah diajak bersosialisasi dengan lingkungan baru. Sampai sejauh ini saja hanya beberapa juniornya yang bisa dekat dengan dirinya.
            Ia selalu membawa laptop ke mana pun ia pergi. Namun bukan untuk mengerjakan tugas atau browsing. Melainkan untuk main Play Station. Sangat mudah ditebak kesehariannya di kampus ketika sudah tidak ada mata kuliah atau tugas organisasi.


Rafdi Adli Zil Ihram

Mmm. Entah apa yang harus kucerikan tentangnya. Kesalahan memilih kata yang pas akan berdampak fatal jika menceritakan tentang dirinya. Namun yang terpasti ia manusia yang sangat sulit bersosialisasi dengan kehidupan nyata. Ia benar-benar memiliki kepercayaan diri yang tipis yang mengakibatkan dirinya lebih suka bersosialisasi di dunia maya. Mungkin itu saja. Aku takut menambah dosa J


Reza Purdayanto

Sekilas ia nampak seperti cencorang. Sikapnya benar-benar konyol sekonyol-konyolnya manusia jenis apa pun. Dalam bertingkah laku, ia sama sekali tidak pernah memikirkan imej dirinya kelak bakal seperti apa. Itulah yang menyebabkan siapa pun senang berteman dengannya. Tapi, di balik itu semua ia punya pikiran yang cerdas (kurasa). Terkadang pula ia bisa terlihat serius dan fokus berdiskusi.


Theo Vico Tan

Tinggi tegap dengan badan yang berisi gembul. Siapa pun pasti akan gentar ketika melihatnya. Ia selalu bersikap tenang dan santai dalam berbicara atau berprilaku. Namun satu yang tak pernah kulihat dari dirinya adalah: berlari. Yah. Aku sama sekali belum pernah melihatnya berlari. Mungkin susah berlari dengan postur badan seperti itu.
            Ia memiliki kemampuan khusus yaitu dapat menghipnotis. Cara bicaranya yang lugas dan bulat menjadi kemampuan utamanya untuk memainkan ilmu (atau seni) itu. Dan di lain sisi, itu adalah lading baginya memegang tangan siapa pun. Hmmm. Entah itu cara bermain dari hipnotis atau….
            Jika di awal aku mengatakan ia berbadan besar, ternyata suara kentutnya juga besar. Jadi, ketika ia kentut, ia sama sekali tidak bisa menyembunyikan suaranya atau menuduh orang lain.
            Ia mungkin kurang tertarik jika diajak berdiskusi sesuatu yang sedikit berisi, namun ia adalah pendengar yang baik. Kurasa ia orang yang tepat untuk berkeluh kesah. Namun terkadang kita tidak bisa menebak di mana dan kapan ia akan mempengaruhi pikiran kita. Karena sejauh yang kulihat, ia selalu saja mendapati apa yang ia inginkan dari seseorang.


M. Gilang Putra

Cover boy sekaligus play boy. Waw…
Ia yang paling stylis dan modis di antara semuanya. Ditambah lagi dengan suaranya yang bagus, wanita pasti selalu luluh. Ia memiliki kehidupan yang open mind. Dari yang ia ceritakan tentang dirinya, Ibunya benar-benar mendidiknya dengan rangkaian jangka panjang. Namun terkadang juga ia tekesan seperti anak mami.
            Sedikit yang kuketahui mengenai dirinya. Hanya saja dia sangat menjaga kawan-kawannya.


Zaki Farhan

Berperawakan tinggi, putih, dan gondrong. Untungnya ia bukan banci. Namun, ngomong-ngomong soal banci, ternyata di balik setiap ucapannya yang rusak dan tingkahnya yang caur, ia adalah pria yang pandai memasak dan mengurus urusan rumah.
Wanita pasti selalu risih  berada di dekatnya karena ia memiliki mulut ‘tanpa saringan’. Apa saja ia ucapkan; entah kata kotor atau kata tak sopan. Meskipun hal yang diucapkan bukan untuk menghina atau meledek orang lain, tetap saja orang akan risih dengan sikapnya itu. Tapi jika kita mengenalnya lebih dekat, ternyata ia orang yang sangat orang baik. Ia selalu ingin membuat orang di sekitarnya nyaman.


Rezi Al-Fatan

Untuk menggambarkan dirinya, cara termudah adalah dengan membayangkan suneo memakai kacamata, maniak mobil, tidak menyukai pedas, jayus, dan ‘sok’ asyik. Pola pikirnya mungkin masih seperti anak-anak berseragam putih merah dan sangat sulit menariknya berpikir dewasa. Mengenai kesehariannya, ia selalu menghabiskannya ‘berpacaran’ dengan laptop miliknya. Entah browsinggaming, atau lainnya. Postur tubuhnya yang kecil dari pria pada umumnya di usianya, ia selalu saja menjadi bahan olok-olokan oleh kawan-kawannya. Tak jarangnya juga ia menghindari tantangan atau tanggung jawab meskipun sebenarnya ia terbilang orang yang penurut.
            Reza sering mengolok-oloknya jika Rezi tidak akan manstrubasi ketika melihat gambar wanita seksi. Tapi ia hanya akan melakukannya jika melihat gambar mobil ‘cantik’. Hahahaha. Membayangkannya saja geli, apa lagi jika itu nyata? Hmm…


Riyo Pratama

Coba anda bayangkan seorang pria yang memiliki tinggi badan sekisar 170 cm, berat badan 70 kg, rambut ikal, kumisan, tatapan tajam, sedikit bau, tapi fanatik garis keras film Spongebob Squarepants. Hmm. Kelakukannya pun tidak jauh beda seperti Patrick; laper bego, kenyang tolol.
            Di lain sisi, ia suka dengan film-film bergenre sadis. Dan bayangkan sekali lagi; seorang pecinta film sadis, namun takut darah dan takut hantu. Sebagai seorang psikopat ia telah gagal.
            Ia memiliki tawa yang lepas dan ceria. Sangat mudah tertawa jika mendengar atau melihat hal konyol. Lebih dari itu, ia bahkan bisa tertawa lepas ketika kita menghina dirinya dengan sesuatu yang konyol pula. Hmm. Bijak sekali.


I Gusti Ngurah Bagus Wibawa

Lebih mudah mengingatnya jika kita memanggilnya paus dari bali. Yah. Anda bisa menarik dua kesimpulan; ia adalah orang bali, dan ia gemuk. Tepat.
Wataknya sangat konyol dan menjengkelkan. Sebenarnya ia orang yang kreatif, namun karena overkreatif, ia menjadi bocah aneh dan bodoh.
Sebenarnya ia tidak serta merta bisa dikatakan bodoh. Hanya saja ia selalu kesulitan merangkai kata-kata untuk mengeluarkan gagasannya. Ia selalu berbelit susah menyampaikan apa yang ada di otaknya sendiri. Alhasil terkadang ia memilih untuk ‘sok’ tidak tahu.
            Ia sering mengatakan dirinya ateis. Tapi, syarat menjadi ateis adalah harus pintar. Sebagai ateis ia telah gagal.
            Hal yang paling menjengkelkan dari dirinya adalah ketika ia sedang bermain laptop. Ia akan tidur memakan space banyak tanpa kesadaran sedikit pun jika dirinya memakan lebih dari seperempat jatah ruang duduk kami.


Siti Nurhidayati

Pemilik nama tersebut mengklaim nama panggilannya dengan sebutan ‘Dyah’. Tidak ada korelasi sedikit pun antara nama asli dengan nama panggilannya. Tapi, yasudahlah. Dia/Dyah kan wanita.
            Berparas cantik dengan cara berpakaian seperti rainbow cake. Warna jilbab, baju, sweter, celana, tas, dan sepatu selalu berbeda warna. Mungkin jika warnanya pas tidak apa-apa. Namun, kenyataannya warna yang ia pilih begitu nyentrik. Ditambah lagi dengan parfum menyengat yang selalu ia kenakan. Tapi, yasudahlah. Dia/Dyah kan wanita.
            Ia memiliki sikap yang manja dan selalu berketergantungan dengan orang lain. Tak jarang pula ketika ia melakukan sebuah kesalahan, ia seperti menyalahi orang lain. Dan tak dapat dihitung pula saat ia bertingkah egois.
            Jika dari cara kerjanya, ia memiliki sikap panik ketika ada masalah. Ia pun selalu membutuhkan orang lain ketika mengambil keputusan. Namun, di balik itu, ia adalah orang yang tertutup dan selalu membesarkan perasaan ditimbang akal.


Sri Nuryanti

Gadis yang mencoba natural dengan dirinya sendiri. Sekilas, ia memiliki watak yang sama dengan Asiah. Namun, Asiah lebih tomboy dari segi apapun. Ia sebenarnya wanita yang dapat dikatakan tidak manja. Namun, terkadang ia selalu bersikap seperti anak kecil atau adik.
            Ia bisa diajak berpikir objektif. Ia selalu berusaha memperbaiki kesalahan setiap kali ada kesempatan. Ia yang paling berpengaruh bagi organisasi di angkatannya. Terbuka untuk semua masukan dan membanting jauh hambatan-hambatan.
            Mengenai sikap, ia tidak memiliki karakter unik. Ia sederhana. Hanya saja terkadang suka mengajak bercanda seperti anak kecil.


Rini Isa Putri

Gadis yang nampak manis karena badannya yang gemuk dan kacamatanya. Memiliki karakter yang tomboy. Meskipun begitu, perasaannya tidaklah se-tomboy wataknya. Ia begitu mudah tersinggung (kurasa) namun ia menutupinya karena ia tipikal orang yang lebih mementingkan perasaan orang lain dibandingkan perasaan dirinya sendiri. Ia selalu berusaha membuat orang di sekitarnya nyaman dengan dirinya.


Rusydah Atiqiah

Biasa dipanggil Uci. Gadis yang terlampau polos dan lugu. Sangat mudah tertipu atau diperdaya oleh orang lain. Ia senatural mungkin lebih menggunakan perasaannya. Ia sama sekali tidak pernah atau bisa marah. Jika pun ia marah, mungkin akan lebih nampak seram Patrick ditimbang kemarahannya. Ia sangat mudah iba terhadap orang lain.
            Ia hampir tidak bisa menutupi apa yang ia rasakan. Terlalu sangat mudah untuk ditebak.


Anisa Fitriani

Bentuk fisiknya hampir sama dengan Rini; gemuk dengan tinggi yang sama. Ia adalah penerus keuangan organisasi. Ia lebih pelit dalam urusan pengeluaran keuangan organisasi ditimbang yang lainnya. Ia hampir hanya akan hadir ketika itu menyangkut keuangan saja. Ia yang paling mudah bergaul dengan pria ditimbang yang lainnya. Lebih memiliki keterbukaan.


Aroh Siti Rohmah

Jika berkenalan dengannya, ia memiliki karakter yang santun, kalem, dan paling feminim. Hampir tidak pernah ia berbicara tanpa diselingi dengan senyuman. Nada bicaranya pun lembut dan tidak pernah meninggikan intonasi. Meskipun ia jarang hadir dalam pertemuan rutin, tapi ia selalu hadir dalam kegiatan besar. Ia selalu memegang tanggung jawabnya dengan baik tanpa banyak mengeluh.



Mungkin itu saja yang bisa aku ceritakan tentang beberapa dari mereka. Sebenarnya masih terlampau banyak yang bisa diceritakan.

Terima kasih 


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Nama :
Usia :
Pekerjaan :
Lokasi :
Komentar :