Purwa kita berasal dari sungai di sela-sela
benua yang terpisah. Kemudian berkumpul dan melebur satu.
Berasimilasi menjadi samudera yang mengajarkan
kita satu hal: bahwa kita sudah tidak mempersoalkan asal aliran. Yang kita
kenal: kita adalah kita.
Di samudera inilah kita berproses. Menguapkan
segala hal: waktu, tenaga, pikiran, hingga harta.
Perlahan kemudian kita bermetamorfosis menjadi
awan, lalu kemudian berpisah. Tertiup angin menuju ke pemukiman, ke ladang,
hingga ke hutan.
Persoalan nantinya kita malah menjadi bencana
banjir bandang atau hujan yang dirindukan, tergantung pada apa, kapan, dimana,
dan bagaimana kita mencurahkan air yang kita punya.
Harapannya, semoga kita ini adalah bagian dari
alam yang justru dibutuhkan.
Semoga kelak semua awan bisa habiskan masa
kadarnya yang diakhiri bukan dengan kemarahan, apa lagi kesedihan.
Melainkan dapat mencipta senyum kegembiraan di
atas tanah beserta isinya dengan penuh keagungan.
Aamiin
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Nama :
Usia :
Pekerjaan :
Lokasi :
Komentar :